Translate

Setelah sebulan penuh kita mengajarkan segala hal tentang puasa kepada anak, kini tibalah kita mengenalkan kepada meraka apa sesungguhnya lebaran itu,
 
Kebanyakan anak anak mengenal istilah Lebaran atau Hari Raya adalah dengan acara kumpul kumpul keluarga, makan makan, banyak kue lebaran, dapat angpao dari saudara saudara dan segala hal yang menyenangkan lainnya, namun tidak ada salahnya jika kita memperkenalkan makna lebaran kepada anak anak kita agar mereka mengerti bahwa lebaran bukan hanya Baju baru, Kue lebaran dan lain lainnya itu, tapi mengerti bahwa lebaran mempunyai makna penting yang lainnya.
Makna Lebaran bagi sebagian besar anak-anak ini kalau tidak diluruskan sejak kecil, bisa-bisa hingga dewasa pemahaman mereka salah. Lebaran ya baju baru, lebaran ya dapat angpao, dan sebagainya. Nah, saat Lebaran nanti, menjadi momen yang tepat untuk memberikan pemahaman kepada anak mengenai makna Lebaran. Orangtua bisa menjelaskan makna Lebaran tersebut dengan contoh-contoh sederhana yang dapat mereka lihat dan alami sendiri saat Lebaran. Diharapkan anak bisa memahami makna Lebaran semenjak dini, sehingga tidak lagi mengharuskan orangtuanya untuk membelikan baju baru saat Lebaran, atau tak sabar mendapat banyak uang pemberian saudara. Jelaskan padanya bahwa Lebaran tak selalu harus menggunakan baju baru dan apa-apa serba baru. Jika anak sudah memahaminya, tidak menutup kemungkinan ia lebih memilih menabung maupun membeli buku-buku sekolah ketimbang baju barunya.
Berikut ini beberapa makna yang bisa kita tanamkan kepada anak anak kita tentang Lebaran yang sesungguhnya.

1. Menjalin Tali Silaturrahmi
Di Indonesia,  silaturrahmi di saat hari raya sudah menjadi tradisi yang sangat melekat, bahkan keluarga yang jauh pun mengunjungi keluarganya, kita bisa mengajak anak kita untuk mengunjungi tetangga, Teman, Kerabat, seraya mengatakan ''Kalau lebaran itu kita bisa saling berkunjung ke rumah teman teman kita sayaang, ke rumah guru, paman, bibi, dan teman teman sekolah kamu'' dengan begitu anak akan berfikir bahwa dengan saling mengunjungi akan menjadikan lebaran adalah hal yang sangat indah dan menyenangkan.

2. Saling memaafkan
 Lebaran adalah momen yang tepat untuk saling meminta dan memberi maaf, kita bisa mengajarkan kepada anak untuk meminta maaf kepada teman sepermainannya, atau kita bisa juga mencontohkan saat kita sungkem kepada orang tua kita, lalu jelaskan bahwa maaf maafan itu penting agar kita dimaafkan dari kesalahan yang sengaja maupun tidak sengaja, 

3. Menghormati Orang Tua
Tradisi kita orang Indonesia adalah yang muda meminta maaf kepada yang tua, kita bisa mengajak anak kita setiap kita bersilaturrahmi kepada orang tua kita, atau kepada tetangga kita yang lebih tua, dan biarkan mereka memperhatikan kita saat melakukan sungkeman, pancing anak anak kita agar bertanya, dengan membahas apa yang baru saja kita lakukan, dan jelaskan kepada mereka bahwa kita harus menghormati orang yang lebih tua.

4. Kebersamaan keluarga
dengan berkumpulnya keluarga, anak anak tentu akan merasa sangat bahagia bercengkrama dengan saudara saudaranya, mempunyai banyak teman, berkumpul keluarga besar, nah di saat itu kita bisa mengatakan kepada mereka bahwa kebahagiaan lebaran itu bukan karna Baju yang baru atau sebagainya, tapi kebersamaan keluarga yang sangat menyenangkan ini.

5. Indahnya Berbagi
kita bisa mengajarkan kepada anak saat kita membayarkan zakat fitrah sebelum hari lebaran. kita ajak anak kita untuk memberikan zakatnya kepada orang yang tidak mampu, biarkan anak yang memberikan langsung kepada orang tersebut, dan setelah itu kita bisa menjelaskan kepada anak apa makna zakat fitrah yang telah anak kita berikan tadi.
 
itulah beberapa makna yang dapat kita tanamkan kepada anak kita tentang lebaran, semoga anak anak kita akan memahami makna lebaran ini dengan sebenar benarnya sehingga anak kita mampu mengerti hingga dewasa nanti. tentu kita juga bisa menanamkan beberapa hal lain yang berhubungan dengan lebaran dengan cara kita sendiri, 
dan akhirnya kita berharap semoga Lebaran kita bersama anak akan menjadi lebih bahagia dengan makna lebaran yang penuh keindahan ini, aamiin
Baca >>
mendidik-anak-di-bulan-ramadhan
Ramadan adalah bulan penuh berkah, waktu yang sangat tepat untuk mendidik anak, karna dalam satu bulan ini, waktu kita untuk fokus dalam melaksanakan ibadah. serta mengenalkan ibadah kepada buah hati kita tersayang.
Harapannya setelah sebulan menjalankan pendidikan dan latihan menahan hawa nafsu, latihan itu akan terus berbekas di bulan-bulan berikutnya. namun bukan berarti selain Ramadan tidak tepat.


Kita bisa mulai memperkenalkan anak yang masih belia untuk latihan berpuasa. Karna puasa adalah ibadah yang tak ringan, sehingga sejak dini anak harus mulai dikenalkan.
Untuk anak-anak yang masih berusia tujuh tahunan, mereka tak harus menjalankan puasa sampai magrib, karena masih belum wajib bagi mereka. Kita bisa membuat jadwal berpuasa dengan waktu yang lebih singkat. dan disa'at puasa ini kita pun bisa mengajarkan apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan agar puasa dapat pahala, 
 mendidik-anak-di-bulan-ramadhan
Pada bulan Ramadhan ini kita pun harus memperkenalkan beberapa amalan sunah kepada anak, seperti menjalankan salat tarawaih, bertadarus al-Quran, beriktikaf di masjid dan lain-lain. Kita hendaknya memperkenalkan ibadah ibadah tersebut dengan cara memberi contoh langsung, seperti mengajak anak tadarus Al Qur'an bersama,
Manakala orang tua bisa memberi contoh, anak akan mengikuti apa yang dicontohkan orang tuanya. Sebaliknya jika orang tua hanya bisa menyuruh tanpa mempraktikkanya, maka anak pun akan membangkang.

Di Bulan ini pula waktu yang tepat untuk melatih anak berempati dan memiliki jiwa kedermawanan. Hal ini bisa dilakukan dengan cara mengajak anak mengunjungi kerabat atau tetangga dekat yang masih kekurangan dengan memberikan sesuatu, misalnya membawa makanan untuk berbuka puasa.
Selain itu, kita juga bisa mengajak anak untuk berkunjung ke panti asuhan sambil memberikan pemahaman betapa beruntungnya anak-anak yang masih memiliki orang tua, karena masih banyak anak-anak lain yang hidup tanpa bersanding dengan orang tua kandungnya. 
 mendidik-anak-di-bulan-ramadhan
Dengan begitu pendidikan akan bermakna dan meresap di dalam memori anak, dan semoga bisa menjadi karakter yang akan terus mereka terapkan dalam kehidupan di masa yang kan datang.
Baca >>
''Pa, Puasa itu makan bareng bareng yaa''
itu yang di ucapkan Alifach anak saya waktu puasa tahun lalu, karna setiap berbuka dan sahur, kami sekeluarga membiasakan melakukannya bersama sama, dan anak ku saat itu berumur 3 tahun, selalu saya ajak untuk mengikuti setiap kegiatan yang saya lakukan di bulan ramadhan,

Lucu pikir saya, dari kata kata anak saya itulah timbul keinginan untuk mengajak anak saya itu berpuasa. menurut saya sih agar nanti jika pada waktunya nanti, anak saya sudah mengerti puasa yang sesungguhnya....

Memang sih, mengajarkan sesuatu yang belum biasa dilakukan, akan terasa lebih sulit, tapi harapan saya besar kemungkinan akan terbiasa,....
berikut cara saya mengajak anak saya untuk latihan berpuasa

1. Persiapan Mental

 Beri tahukan terlebih dahulu, apa puasa itu, seperti apa hukumnya, apa pahalanya, tentu dengan bahasa yang gampang di mengerti oleh anak anak yaaa,,,, atau bisa juga dengan cara menceritakan kisah kisah sahabat nabi atau Nabi Muhammad yang taat berpuasa.

2. Mengajarkan Niat

Beritahukan bahwa Ibadah itu harus dengan niat yang benaaar, niat dalam hati kalau kita akan berpuasa sebulan penuh di bulan ramadhan, bukan karna apa apa. tapi karna mengharap ridlo dari Alloh SWT. atau bisa juga dengan mengajarkan lafal niat puasa.

3. Libatkan anak dalam kegiatan rutin bulan Ramadhan

Ajak anak anda dalam setiap kegiatan anda di bulan Ramadhan, seperti Sahur, Berbuka, Tadarus Al qur'an, Tarawih, dan kegiatan lainnya, sehingga anak akan merasa akrab dengan kegiatan ibadah bulan Ramadhan. dan itu juga akan menanamkan rasa rindu untuk bertemu lagi dengan bulan Ramadhan berikutnya.

4. Ajarkan Secara Bertahap

Pertama tama, ajarkan anak berpuasa semampu dia menahan lapar, jangan memaksakan, Kita bisa mengajak anak berpuasa hingga batas kemampuan nya menahan rasa laparnya, umpama jika sampai jam 10 sudah tidak kuat, biarkan mereka makan, tidak apa, karna ini tahapan belajar, setelah itu suruh menyambung puasanya hingga waktu berbuka yang sebenarnya. tingkatkan setiap satu jam untuk tiap harinya, dan apabila mampu menahan, coba alihkan rasa lapar anak dengan kegiatan yang menyenangkan bagi anak, seperti membaca cerita, bermain, atau membantu ibu menyiapkan hidangan berbuka puasa.
 

5. Beri Semangat

Banyak cara untuk memberikan semangat agar anak kuat melaksanakan puasa, seperti menyiapkan menu favorit anak untuk berbuka puasa, menjanjikan hadiah sepesial jika sampai satu bulan penuh,   jangan menjanjikan makanan atau mengatakan ntentang makanan kepada anak saat berpuasa, karna itu akan menggugah selera makan mereka,. beri semangat dengan ucapan juga bisa di lakukan, seperti '' harus kuat sayang, waktu berbukanya tinggal sebentar lagi'' itu akan menghibur anak untuk sejenak.

6. SABARRRR SABARRRRR

Sabar, Ikhlas, dan Telaten dalam mengajarkan ilmu akan memberikan suatu hasil yang maksimal, jangan marahi anak ketika dia benar benar tidak tahan, terus beri semangat dan dorongan, kesabaran kita akan mengajarkan bahwa berpuasa itu adalah kegiatan yang sangat menyenangkan bagi mereka,,,,,,,



Itu tadi cara saya dalam mengajarkan Puasa kepada anak saya, semoga apa yang saya ajarkan itu bisa berhasil kepada buah hati anda, atau anda punya cara lain, tuliskan pengalaman anda di kolom komentar, agar kita bisa saling bertukar pikiran, 

selamat mencoba, semoga berkah Amiiin
Baca >>
 
Anak, adalah suatu harta yang sangat berharga yang tak bisa di nilai dengan materi, anak adalah tumpuan harapan bagi orang tuanya, bahkan menjadi harapan yang besar bagi bangsa, negara, dan agama. Apa jadinya jika sebuah keluarga tidak memiliki seorang anak pun, maka keluarga tersebut akan musnah di terpa oleh waktu, jadi bisa di katakan bahwa anak adalah penerus perjuangan orang tuanya.

Lalu apa jadinya jika Penerus bangsa, Penerus Keluarga, mempunyai moral yang buruk, ? Mempunyai Akhlak yang tidak baik, ? Jawabannya ada pada diri kita masing masing.

Oleh karena itu Pendidikan Moral, Agama, Akhlak dan Budi Pekerti sangatlah penting untuk bekal bagi para penerus bangsa tersebut, selain ilmu Intelektual. dan pada saat usia dini lah semua ilmu itu mulai di ajarkan, karna pada usia dini, adalah masa keemasan otak manusia, masa dimana otak dan karakter manusia di bentuk seperti sebuah pribahasa, " Belajar Di Waktu Kecil, Bagai Mengukir di Atas Batu, Belajar Sesudah Sewasa, bagai mengukir di Atas Air"


Dari Mana Pendidikan Moral Itu di Mulai???

Pendidikan moral dan akhlak ini di mulai dari lingkungan terdekatnya, Siapa? 
Keluarga, ya keluarga adalah pendidik awal terbaik, karna keluargalah yang paling dekat dengan anak.dan di dalam keluargalah nilai nilai dasar di tanamkan, dan itu merupakan tanggung jawab yang besar bagi keluarganya. Menjadi seperti apakah anak itu nanti, tergantung dari bagaimana keuarganya menanamkan nilai nilai dasar tersebut.

Bagaimana caranya menanamkan nilai moral kepada anak? 

Cara yang paling ampuh untuk menanamkan moral, akhlak, dan budi pekerti adalah dengan cara menjaga sikap dan perkataan kita sebagai keluarganya ketika berada di hadapan sang anak, karena anak belajar dari apa yang mereka lihat. anak anak cenderung menirukan apa yang di lihatnya. 

Setelah Keluarga sebagai pembentuk karakter awal, ada yang namanya Lingkungan, lingkungan adalah tempat belajar anak yang ke dua setelah keluarga, anak anak menyerap pengetahuan dari apa yang di lihat dari lingkungan mereka, Jagalah pergaulan anak anak kita agar tidak terkontaminasi dengan zat zat yang tidak baik untuk kesehatan moral anak. 

Lingkungan sekolah juga mempunyai peran penting bagi pendidikan moral anak,, mempunyai peran penting dalam pembentukan karakter anak, dan itu adalah tanggung jawab Guru dan orang orang lingkungan sekolah.

Namun tempat meletakkan Batu Pondasi Awal pembentukan karakter anak adalah keluarga, jadi sebelum kita melepas buah hati kita untuk terbang mengarungi angkasa dan berbaur dengan lingkungannya. kita harus menanamkan pendidikan moral, agama, akhlak, dan budi pekerti sejak kecil. sehingga ketika anak anak harus berpetualang dengan lingkungannya, mereka mempunyai karakter yang telah kita tanamkan di lingkungan keluarga.

Jadi itulah pentingnya PENANAMAN MORAL SEJAK USIA DINI bagi anak anak kita

Terima Kasih

Baca Juga  CARA AGAR ANAK SEMANGAT BELAJAR
Baca >>
 Anak adalah dambaan setiap pasangan yang sudah menikah, dan merupakan sebuah kebahagiaan, jika dalam pernikahan itu dikaruniai anak yang sholeh atau sholehah.

Banyak dari kita sangat mengharapkan hadirnya seorang anak laki laki, yang diharapkan kelak akan membantu meringankan pekerjaan orang tua, bahkan ada yang kecewa ketika anak yang lahir ternyata seorang anak perempuan, bahkan pada zaman dahulu, mempunyai anak perempuan adalah suatu aib yang sangat memalukan, sehingga mereka mengubur bayi perempuan yang baru lahir itu hidup hidup, Naudzubillah.



Mungkin pandangan itulah yang mendasari kekerasan terhadap anak perempuan yang akhir akhir ini banyak di beritakan di media massa, baik oleh orang lain, orang dekat bahkan oleh keluarganya sendiri.


Namun harus kita ketahui bahwa, banyak sekali keutamaan atau pahala jika kita merawat anak perempuan dengan baik, menjaga  dan menafkahinya hingga dewasa.  

Berikut hadits hadits Nabi Shalallahu'alaihiwasallam yang menjelaskan tentang pahala mengasuh anak perempuan.

  1. "Barangsiapa yang diuji dengan diberikan anak-anak perempuan lalu ia berbuat baik kepada mereka, niscaya mereka akan menjadi tirai baginya (untuk tidak tersentuh) api neraka."
  2. Dari Abu Hurairah Radiyallahu'anhu bahwa Rasulullah Shalallahu'alaihiwasallam bersabda, "Barangsiapa memiliki tiga anak perempuan lalu ia tetap bersabar menanggung mereka atau terhadap kesusahan dari mereka niscaya ia akan masuk surga."
    Dalam sebuah riwayat disebutkan iapun bertanya, "Wahai Rasulullah bagaimana kalau hanya dua?",  Beliau menjawab, "Duapun juga".  Ia lalu bertanya, "Wahai Rasulullah bagaimana kalau hanya satu?" Beliau menjawab, "Satupun juga."
  3. Dari Aisyah Radiyallahu'anha ia berkata seorang wanita miskin datang kepadaku sambil membawa kedua anaknya lalu aku memberikan kepadanya tiga buah kurma.  Satu untuknya dan masing-masing dari kedua anaknya sebuah kurma.  Ketika ia hendak memakan kurma tersebut, kedua anaknya meminta kurma yang ada padanya.  Wanita itupun membelah kurma yang hendak dimakannya untuk diberikan kepada kedua anaknya.  Hal tersebut membuat aku heran , akupun menceritakan hal yang dilakukannya kepada Rasulullah, maka Rasulullah Shalallahu'alaihiwassalam bersabda, "Sesungguhnya Allah telah mewajibkan surga baginya karena perbuatannya itu atau membebaskannya dari neraka karena perbuatannya itu."
  4. Al Humaidi juga meriwayatkan dari Sufyan dari Abu Shalih dari Ayyub bin Basyir dari Said Al A'sya dari Abu Said dari Nabi bersabda, "Barangsiapa memiliki tiga anak perempuan atau tiga saudara perempuan lalu ia memperbaiki pergaulannya terhadap mereka dan bersabar serta bertakwa kepada Allah dalam urusan mereka niscaya ia akan masuk surga."
  5. dari Hadits Ayyub bin Basyir Al-Anshari dari Abu Said Al-khudri Radiyallahu'anhu bahwa Rasulullah Shalallahu'alaihiwasallam bersabda, "Tidak ada seorangpun yang memliki tiga anak perempuan atau dua anak perempuan atau dua orang saudara perempuan lalu ia bertakwa kepada Allah dalam urusan mereka dan ia berbuat baik kepada mereka kecuali ia akan masuk surga."   
   
 
 Ini hanya sebagian saja dari hadits hadits Rosululloh yang menerangkan tentang Pahala Mengasuh Anak Perempuan, oleh sebab itu tidak sepantasnya kita membedakan antara anak perempuan dan laki laki dalam urusan kasih sayang, Semoga kita termasuk orang orang yang memuliakan anak perempuan, sehingga kita mendapatkan Pahala yang begitu indah seperti yang di janjikan oleh Rosululloh Sholallohu 'Alaihi Wasallam, Amiin.

Baca Juga
CARA AGAR ANAK SEMANGAT BELAJAR

Baca >>
Tidak sedikit orang tua yang mengeluh tentang buah hatinya yang sangat enggan, bahkan cenderung malas untuk belajar, dan kita sebagai orang tua tentu khawatir dengan tertinggalnya anak dalam pelajaran nya, bahkan kita tidak mau anak kita menjadi bodoh,


Sebenarnya banyak cara yang bisa dilakukan oleh kita sebagai orang tua untuk memotivasi agar anak kita sangat gemar untuk belajar, dan berikut ini adalah cara yang biasa saya terapkan kepada anak.

1. Menemani Anak Belajar

Tentu suatu hal yang sangat menyenangkan jika mengerjakan sesuatu ditemani orang yang sangat kita sayangi, begitu pula anak kita, akan sangat merasa senang jika waktu belajarnya di temani oleh ibu atau ayahnya, Tanyakan kepada anak apa yang kira kira kurang di fahami, tuntunlah ia agar menanyakan hal yang tidak di mengerti, Kita juga bisa bermain Peran sebagai guru dan murid, Kita menjadi guru dan anak kita sebagai muridnya, atau sebaliknya, anak kita sebagai guru dan kita berperan sebagai murid. Mewarnai gambar bersama sama anak, membimbing anak mengerjakan PR, dapat memberikan semangat dan dorongan kepada anak kita untuk selalu belajar. 
 

 2. Jangan Menyuruh Anak Untuk Belajar

Kalimat perintah adalah suatu hal yang sangat tidak menyenangkan,apalagi jika di ucapkan dengan nada yang tinggi, jangan memerintah anak untuk belajar, tapi AJAK LAH ANAK UNTUK BELAJAR, karna mengajak lebih enak di telinga, kita bisa ucapkan, "Belajar Yuk" atau bisa dengan pertanyaan, "Enaknya kita belajar apa yaa?" otomatis anak kita akan merasa kalau belajar adalah sesuatu yang sangat menyenangkan sekali.

3. Tanyakan Hal Tentang Sekolahnya
"Tadi di sekolah belajar apa nak?". "Gurunya yang Ngajar adek tadi siapa?". "Teman kamu sukanya belajar apa?" dan masih banyak lagi pertanyaan yang merujuk anak untuk menceritakan hal hal yang terjadi di sekolah. ini kesempatan kita untuk mengajak anak mengulas kembali pelajaran yang telah di ajarkan guru di sekolah, dan mengingatkan kepada anak untuk menyiapkan pelajaran yang akan di ajarkan esok hari.
 
4.  Sisipkan Permainan dalam Belajar

Anak akan cepat bosan dalam waktu yang tidak lama, sekitar 10 atau 15 menit, rasa bosan itu akan muncul dalam diri anak, untuk mengatasi rasa bosan tersebut, kita bisa mengajak anak untuk bermain yang masih berhubungan dengan tema pelajaran yang sedang di ajarkan, Misalkan anak sedang belajar membaca, kita bisa menyisipkan permainan Jari ABC dengan menyebutkan nama hewan atau Buah buahan. lalu kita lanjutkan lagi belajarnya.

5. Berikan Penghargaan terhadap Trestasi Anak 

Jika orang dewasa bekerja untuk mendapatkan pernghargaan berupa gaji, hal ini merupakan motivasi yang baik untuk siapa saja, itupula yang terjadi dengan anak-anak. Tidak ada salahnya memberikan reward atau penghargaan terhadap setiap prestasi yang telah didapatkan oleh anak, dengan demikian anak akan merasa terpacu untuk melakukan hal yang lebih baik dan lebih baik lagi. Penghargaan yang diberikan tidak harus berupa hadiah atau barang-barang yang diinginkan anak. Sebuah pujian juga akan membuat anak merasa dihargai. Untuk itu, berikan pujian setiap kali anak berhasil melakukan sesuatu dengan baik.


 
Nah Itu tadi CARA AGAR ANAK SEMANGAT BELAJAR Semangat anak dalam belajar tentu akan berpengaruh terhadap hasil dan prestasi yang dicapainya.
semoga dapat bermanfaat bagi para pembaca sekalian.
Baca >>
 
Kali ini saya akan berbagi resep untuk semua, Tapi bukan Resep makanan,

Postingan kali ini akan membahas tentang Resep Agar Anak Suka Makan.

Banyak Orang tua yang sering mengeluh ketika membujuk sang buah hati untuk makan, Apalagi anak anak usia antara 1 sampai 5 Tahun, karna pada saat Usia Balita ini, anak anak selalu Aktif dan Bergerak serta bermain, dan sudah pasti ini akan mempengaruhi nafsu makan sang buah hati. Jika anak kurang makan, itu berarti tubuh kurang asupan nutrisi yang di kandung oleh makanan, dan ini mengakibatkan daya tahan tubuh anak menjadi lemah, sehingga penyakit sangat mudah menyerang tubuh sang buah hati.

Tidak jarang pula gara gara anak tidak mau makan, orang tua menjadi frustasi dan bahayanya menjadi malas untuk merayu anak untuk makan. itu karna kurang sabarnya orang tua, 
nah mungkin dengan tips yang akan saya bagikan kali ini, anak bisa menikmati makanannya dengan baik.

  • KURANGI JAJAN
Camilan, Kudapan, atau Snack yang biasa di makan oleh anak di antara jam jam makan nya, harus kita kurangi, karna jika kita terlalu sering memberikan makanan ringan di antara jam makan anak, maka pada saat jam makannya, anak akan merasa masih kenyang, dan itu menyebabkan nafsu makan anak berkurang

  • MENYIAPKAN MAKANAN BERSAMA ANAK 

http://paudmandiriku.blogspot.com/2016/05/resep-agar-anak-suka-makan.htmlMengajak anak untuk memilih bahan makanan, menentukan menu, memasak, hingga menyiapkan makanan di meja makan, adalah suatu pengalaman yang menarik dan mendidik bagi si kecil, biarkan anak untuk membantu memotong kangkung dan mencucinya saat akan menumis, atau minta anak mengoleskan keju di atas roti tawar, menyiapkan piring dan sendok di meja makan, biasanya anak suka dengan hasil kreasinya sendiri, menikmati hasil karya sendiri akan membuatnya bangga.

  • SAJIKAN MAKANAN DENGAN TAMPILAN MENARIK
http://paudmandiriku.blogspot.com/2016/05/resep-agar-anak-suka-makan.htmlTelur Mata Sapi yang dihiasi saos dan kecap yang di gambar dengan bentuk yang lucu, akan membuat anak tertarik untuk menikmatinya, tuangkan kreatifitas anda se menarik mungkin, siapkan piring, sendok, dan gelas yang bergambar tokoh idola anak, itu juga akan membangkitkan rasa ingin makan mereka.





  • MENU MAKANAN BERFARIASI 

Menu makan yang bervariasi juga sangat baik untuk membantu kecukupan gizi anak. Tubuh membutuhkan berbagai macam vitamin dan mineral setiap harinya. Karena tidak ada satupun makanan yang memiliki semua kandungan nutrisi secara lengkap, maka kita harus menerapkan menu makan yang sehat dan seimbang. Oleh karenanya, sebaiknya Anda menyajikan menu yang telah diatur sedemikian rupa sehingga anak mendapatkan semua kandungan gizi yang dibutuhkannya.
  • MAKAN BERSAMA 
Jika Makan sendiri, kita kadang terasa bosan, begitu juga anak anak, Makan bersama keluarga, dengan suasana yang akrab dan nyaman, ini akan menambah kenikmatan sebuah munu makanan yang di hidangkan, Ajak anak untuk ikut serta makan, jika anak tidak ingin makan, suruh dia tetap duduk di depan anda hingga acara makan selesai.
 
  • PORSI KECIL 
Jangan memberikan makanan kepada anak dalam jumlah porsi yang besar, karna anak akan merasa kenyang lebih dulu jika melihat makanan dalam jumlah yang banyak. Berikan makanan dalam jumlah yang sedikit saja dulu, berikan pujian kepadanya jika makanan sudah habis, dan tanya apakah ingin nambah atau tidak, jika ingin, berikan lagi makanannya.

  • SUASANA MENYENANGKAN
Anda bisa melakukan percakapan mengenai apa yang anak makan. Misalnya anak sedang makan sup sayuran, tanyakan macam warna dan bentuk yang ada dalam sup di mangkoknya. Jika sup anak berisi wortel, sosis, potongan ayam, pasta, jagung, kacang polong dan kentang tanyakan juga ada berapa jenis sayuran yang ada dalam sup yang dimakannya. Beritahu anak kandungan gizi makanan yang disantapnya dan manfaat yang anak dapat dengan memakan makannya, misalnya anak akan cepat tinggi, cepat besar dan lebih kuat.
Sebaliknya, orang tua jangan menciptakan suasana yang MENEGANGKAN  saat anak makan. Memang ada kalanya orang tua menjadi terpancing emosi dan memarahi anak yang tidak mau makan. Kontrol emosi Anda karena kondisi yang seperti itu justru membuat anak menjadi semakin tidak menyukai waktu makan. Pada akhirnya, anak akan semakin malas untuk makan. 
  • MAKAN DENGAN BAIK 
Orang tua adalah contoh bagi anak-anaknya. Oleh karena itu, sebaiknya orang tua hanya makan di tempat yang sudah disediakan yakni ruang makan. Selain itu, orang tua sebaiknya menerapkan pola makan yang sehat di keluarga (terutama untuk si kecil sejak dini) misalnya dengan banyak memakan sayuran dan buah-buahan.  
  • SABAR
Ada kalanya hari ini anak mau memakan makanan yang Anda sajikan, tapi beberapa hari berikutnya anak menolaknya. Dibutuhkan kesabaran dari orang tua dalam memberikan makanan ke anak karena setiap anak memiliki karakter yang berbeda.
Jangan pernah memaksa anak untuk makan jika ia tidak lapar dengan tetap menyendoki makanan ke mulutnya walaupun anak meronta-ronta menolak untuk makan. Hal ini untuk menghindari bahaya tersedak dan muntah pada anak. Selain itu, cara seperti itu dapat membuat anak ketakutan, trauma dan frustasi pada saat jamnya makan.

http://paudmandiriku.blogspot.com/2016/05/resep-agar-anak-suka-makan.html





Demikian Resep Agar Anak Suka Makan, semoga apa yang saya uraikan di atas bisa menjadi solusi bagi anda dalam menghadapi anak yang susah untuk menyantap makanan nya. Terima Kasih
Semoga bermanfaat!


Baca >>


Inilah Logo PAUD tersebut, Logo tersebut berwarna biru, dan kadang berwarna kuning, bergambar orang tua sedang menuntun dua anak. Namun tahukah bapak dan Ibu makna yang terkandung di dalam logo tersebut. Berikut penjelasan nya.

1. GAMBAR SEGI LIMA

Lambang lima sila (pancasila) sebagai landasan dasar sikap dan peranan keluarga dalam pendidikan dan pemberian gizi dan pemeliharaan kesehatan anak serta penanaman sikap moral bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

2. ORANG TUA MENUNTUN ANAK

Lambang Dwi Fungsi Tunggal orang tua yang mengayomi anak dengan memberi kebebasan, namun tetap dalam tuntunan orang Tua .

3. DUA ANAK

Lambang kemitrasejajaran anak laki-laki dan anak perempuan memperoleh asuhan tumbuh kembang yang optimal dan mandiri kelak .

4. BULAT DI PERUT
Lambang peran orang tua turut menentukan masa depan anak sedini mungkin Sejak dalam kandungan.

5. TIGA BUKU

Artinya ;

Ø Melambangkan aspek keimanan, moral dan emosional anak
Ø Melambangkan unsur: kesehatan, Gizi, pendidikan sebagai unsur yang tidak terpisahkan dalam menentukan kualitas anak.
Ø Melambangkan usia anak intelegasi, pertumbuhan dan perkembangan anak dalam periode iritis: 0-1 tahun, 2-3 tahun, dan 4-6 tahun.

itulah arti yang terkandung di dalam logo tersebut, semoga para pendidik, masyarakat, dan kita semua bisa menjalankan Visi dan Misi Paud yakni menjadikan semua anak didik menjadi anak bangsa yang SEHAT (lahir dan Batin ), CERDAS ( berpikir dan bertindak ) serta CERIA ( saat mereka belajar dan dalam kehidupan sehari-hari.


Baca >>
 
Bermain adalah sesuatu yang sangat identik dengan kegiatan anak anak, namun tidak semua permainan mengandung unsur pendidikan, lalu apa permainan edukatif itu?
yaitu permainan yang merangsang otak anak melakukan berbagai kemampuan dasar sesuai dengan tumbuh kembang usia anak. seperti Kemampuan Dasar, Motorik Halus, Motorik Kasar, Kreatifitas dan lain lain. lalu seperti apa permainan edukatif itu?
berikut penjelasan dari Dra. Mayke S. Tedjasaputra, M.Si., psikolog perkembangan dari Fakultas Psikologi UI, yang juga terapis bermain.

  •  APA YANG MASUK KATEGORI MAINAN EDUKATIF
* Diperuntukkan bagi anak balita
Yakni mainan yang memang sengaja dibuat untuk merangsang berbagai kemampuan dasar pada balita.
* Multifungsi
Dari satu mainan bisa didapat berbagai variasi mainan sehingga stimulasi yang didapat anak juga lebih beragam.
* Melatih problem solving
Dalam memainkannya anak diminta untuk melakukan problem solving. Dalam permainan pasel misalnya, anak diminta untuk menyusun potongan-potongannya menjadi utuh.
* Melatih konsep-konsep dasar
Lewat permainan ini, anak dilatih untuk mengembangkan kemampuan dasarnya seperti mengenal bentuk, warna, besaran, juga melatih motorik halus.
* Melatih ketelitian dan ketekunan
Dengan mainan edukatif, anak tak hanya sekadar menikmati tetapi juga dituntut untuk teliti dan tekun ketika mengerjakannya.
* Merangsang kreativitas
Permainan ini mengajak anak untuk selalu kreatif lewat berbagai variasi mainan yang dilakukan. Bila sejak kecil anak terbiasa untuk menghasilkan karya, lewat permainan rancang bangun misalnya, kelak dia akan lebih berinovasi untuk menciptakan suatu karya, tidak hanya mengekor saja.
  •  APA SAJA MANFAATNYA?
* Melatih kemampuan motorik
Stimulasi untuk motorik halus diperoleh saat anak menjumput mainannya, meraba, memegang dengan kelima jarinya, dan sebagainya. Sedangkan rangsangan motorik kasar didapat anak saat menggerak-gerakkan mainannya, melempar, mengangkat, dan sebagainya.
* Melatih konsentrasi
Mainan edukatif dirancang untuk menggali kemampuan anak, termasuk kemampuannya dalam berkonsentrasi. Saat menyusun pasel, katakanlah, anak dituntut untuk fokus pada gambar atau bentuk yang ada di depannya -- ia tidak berlari-larian atau melakukan aktivitas fisik lain sehingga konsentrasinya bisa lebih tergali. Tanpa konsentrasi, bisa jadi hasilnya tidak memuaskan.
* Mengenalkan konsep sebab akibat
Contohnya, dengan memasukkan benda kecil ke dalam benda yang besar anak akan memahami bahwa benda yang lebih kecil bisa dimuat dalam benda yang lebih besar. Sedangkan benda yang lebih besar tidak bisa masuk ke dalam benda yang lebih kecil. Ini adalah pemahaman konsep sebab akibat yang sangat mendasar.
* Melatih bahasa dan wawasan
Permainan edukatif sangat baik bila dibarengi dengan penuturan cerita. Hal ini akan memberikan manfaat tambahan buat anak, yakni meningkatkan kemampuan berbahasa juga keluasan wawasannya.
* Mengenalkan warna dan bentuk
Dari mainan edukatif, anak dapat mengenal ragam/variasi bentuk dan warna. Ada benda berbentuk kotak, segiempat, bulat dengan berbagai warna; biru, merah, hijau, dan lainnya.
  • KAPAN ANAK DIAJAK MELAKUKAN PERMAINAN EDUKATIF?
Meski memiliki manfaat melimpah, bukan berarti anak bisa dijejali dengan mainan edukatif terus-menerus. Mainan edukatif hanya salah satu faktor pendukung perkembangan otak anak agar lebih maksimal. Jadi tak perlu memaksa atau memorsir anak untuk melakukan permainan edukatif setiap saat.
Selain mainan edukatif, anak juga perlu dikenalkan dengan mainan pada umumnya, seperti boneka, mobil-mobilan, dan mainan-mainan yang tidak untuk dibongkar pasang lainnya. Walau tidak termasuk mainan edukatif, tapi mainan-mainan seperti itu tetap dapat menyumbangkan manfaat edukasi pada si kecil. Dengan konsep multiple intelligence edukasi bisa mencakup berbagai hal. Tidak selalu mengarah pada konsep-konsep dasar.
Misalnya begini, saat si kecil asyik bermain boneka, sebenarnya ia dilatih untuk melakukan interaksi dengan orang lain melalui boneka tersebut. Bagaimana dia harus "memperlakukan" si boneka dengan kasih sayang; disuapi, ditimang, disusui, dan tidak dibanting atau dinjak-injak. Motorik halus dan kasar si kecil juga tetap dapat terstimulasi secara tak langsung saat ia memakaikan baju pada bonekanya. Anak juga dapat mengenal warna serta peran sosial sebagai ibu, kakak, dan sebagainya.
  • KAPAN MAINAN EDUKATIF MULAI DIKENALKAN?
Tentu sedini mungkin. Sejak usia batita, sodori anak dengan berbagai jenis permainan baik dengan mainan edukatif ataupun bukan. Sekadar mengingatkan saja, perkembangan otak anak di usia ini masuk dalam fase emas (the golden age) atau otak si kecil sedang mengalami perkembangan yang sangat pesat. Karena itulah, stimulasi amat diperlukan. Semakin banyak stimulasi maka koneksi antarsarafnya semakin banyak terhubung.
Anak yang sudah akrab dengan mainan edukatif sejak dini, perkembangan kecerdasannya akan terlihat lebih maksimal. Ia lebih mampu berkonsentrasi, kreatif, serta tekun. Sementara yang tidak, biasanya akan lebih tertinggal dalam masalah intelektual. Anak-anak yang tidak diperkenalkan dengan mainan edukatif akan lebih sulit untuk belajar mengenai bentuk dan warna.
Mereka juga tidak terbiasa untuk duduk tenang serta tekun. Hal ini dapat membuat anak menjadi sulit diarahkan untuk berkonsentrasi menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan nantinya. "Banyak kasus yang saya tangani, anak-anak yang sering bermain fisik dan terlalu sering menonton teve, di usia sekolahnya kurang bisa berkonsentrasi, kurang telaten, tidak tekun, dan mudah menyerah, karena mereka tidak terbiasa untuk duduk tenang dan tekun."
  • BAGAIMANA MENGOPTIMALKAN MANFAATNYA?
Sebelum menyodorkan satu mainan edukatif pada si kecil, contohkan dahulu bagaimana cara
memainkannya. Asal tahu saja, mainan edukatif berbeda dari mainan pada umumnya yang lebih mudah dipahami anak. Mobil-mobilan, contohnya, hanya tinggal digeser-geser, didorong atau ditarik, mungkin si kecil sudah bisa asyik memainkannya. Namun, pada mainan edukatif dibutuhkan cara tertentu untuk bisa mendapatkan asyiknya. Pasel misalnya harus disusun dan disesuaikan keping-kepingnya. Untuk itulah perlu ada arahan dari orang dewasa. Demikian pula dengan permainan palu yang kelihatannya simpel bagi orang dewasa tapi belum tentu bagi si kecil. Perlu penjelasan lebih dulu mengenai cara memalu untuk memasang "paku" dan mencopotnya kembali.
Beberapa anak mungkin saja dapat bermain tanpa perlu pengarahan terlebih dulu. Tapi jangan lupa, kemampuan setiap anak berbeda-beda. Ada yang cepat memahami kesalahannya dan cepat menganalisa, tetapi ada juga yang biasa-bisa saja, bahkan lambat. Bila si kecil termasuk lambat dan tidak mendapat pengarahan, maka bisa-bisa mainan edukatif tersebut hanya akan dibuangnya karena dianggap tidak menarik.
Satu hal penting, saat mengarahkan anak, jangan mengharuskan ia melakukan persis sama seperti yang sudah kita contohkan. Berikan kebebasan padanya untuk melakukan sesuai dengan keinginannya. Contoh, saat kita membangun rumah-rumahan dari mainan balok, biarkan ia membuat mobil-mobilan dari mainan yang sama.

CONTOH PERMAINAN UNTUK ANAK 1 TAHUN:
· Permainan memasukkan benda ke dalam wadah atau menumpuk benda (seperti gelas plastik air mineral), sangat cocok bagi anak satu tahunan.
· Setelah itu si kecil bisa ditawari mainan single puzzle, yaitu mainan yang pada penutupnya diberi lubang-lubang berbentuk geometris, seperti segitiga, segiempat dan lingkaran. Lalu si kecil diminta memasukkan benda-benda yang sesuai pada lubangnya. Namun, kita belum bisa menuntutnya untuk memasukkan setiap bentuk sampai selesai, melainkan harus satu per satu. Berikan ia bentuk segitiga dulu lalu arahkan tangannya untuk memasukkan ke lubang yang berbentuk sama dengan arah yang tepat, misalnya.
Ajak si kecil untuk melakukan tuang-menuang air dari wadah yang lebih kecil ke wadah yang lebih besar. Dengan begitu anak tahu bahwa air dari wadah yang lebih kecil bisa tertampung dalam wadah yang lebih besar. Permainan serupa dengan menunjukkan bahwa benda yang lebih kecil bisa masuk ke dalam wadah yang lebih besar juga bisa dilakukan.

CONTOH PERMAINAN UNTUK ANAK 2 TAHUN:
Pasel berbentuk rumah-rumahan, buah atau binatang dengan 2-3 pecahan. Untuk menyusun pasel tersebut tentu dibutuhkan keterampilan sehingga anak akan dirangsang untuk mengembangkan kemampuannya.






CONTOH PERMAINAN UNTUK ANAK 2,5-3 TAHUN:
· Bila sebelumnya pasel yang diberikan hanya terdiri atas beberapa keping saja, kini tingkatkan dengan pasel yang memiliki lebih banyak keping.

· Permainan rancang bangun juga sudah bisa diberikan untuk merangsang koordinasi motoriknya. Anak sudah bisa membuat susunan bangunan ke atas sambil mengimajinasikan bentuk apa yang sedang dibuatnya meskipun masih belum terbentuk jelas. Ketika anak mampu bermain rancang bangun, pujilah apa yang sudah dihasilkannya. Meskipun bentuknya hanya berupa susunan balok yang tidak beraturan, kita tetap harus memberikan apresiasi agar anak merasa dihargai. Hindari sikap mencemooh yang akan memerosotkan motivasinya dalam berkreasi.
  • APA YANG PERLU DIPERHATIKAN SAAT MEMBELI?
Membeli mainan edukatif memang perlu selektif. Kita harus menyesuaikan dengan usia anak dan kemampuan yang dimilikinya. Berikut panduannya:

MAINAN ANAK 1 TAHUN:
Di usia batita awal anak belum memiliki kemampuan motorik yang baik. Jadi kemampuan dasar inilah yang perlu dilatih. Namun permainan untuknya haruslah sederhana dan tidak terlalu menyita waktu. Selalu dampingi si kecil saat bermain.

MAINAN ANAK 2 TAHUN:
Derajat kesulitan mainan edukatif untuk anak usia dua tahun sudah harus lebih tinggi ketimbang anak satu tahun. Bila sebelumnya yang diberikan adalah single puzzle, maka di usia ini anak bisa diajak bermain pasel dengan bentuk yang lebih kompleks.

MAINAN ANAK 2,5 ­ 3 TAHUN:
Permainan edukatif yang kita berikan harus lebih tinggi lagi tingkat kerumitannya. Di usia ini anak perlu belajar mengorganisasi bagian-bagian yang terpisah menjadi satu kembali, anak juga dituntut untuk mulai belajar tekun menggunakan berbagai kemampuannya untuk menyelesaikan masalah.

  • APAKAH HARGA MAINAN EDUKATIF PASTI TERJANGKAU?
Tentu saja. Mainan edukatif tak mesti didapat dengan harga selangit. Kita bisa memanfaatkan benda-benda yang ada di sekeliling rumah sebagai sarana permainan edukatif. Misalnya, gelas plastik bisa digunakan si kecil untuk ditumpuk-tumpuk. Ini merupakan permainan yang mengasyikkan baginya. Gelas-gelas plastik tersebut juga bisa dimasukkan ke dalam wadah yang lebih besar, seperti dus bekas. Aktivitas mandi juga bisa dimanfaatkan sebagai permainan edukatif. Biarkan si kecil memasukkan air ke dalam ember dengan menggunakan ciduk. Semua itu akan melatih berbagai kemampuan dasar anak.

Sumber. www.tabloidnova.com
Baca >>
PAUD



Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah suatu wahana belajar dan bermain bagi
 anak anak usia 0 sampai 6 tahun. Bentuk bentuk PAUD antara lain yaitu Kelompok Bermain, Taman Kanak Kanak, Tempat Penitipan Anak, dan lain lain, dan merupakan tempat Bermain dan belajar anak dalam pengontrolan pemerintah.

KOBER MANDIRI

sebuah kelompok bermain yang berada di Desa Mekar Jaya Kecamatan Jabung Kab. Lampung Timur Propinsi Lampung Indonesia. berdiri pada tahun 2008 atas prakarsa dari Bapak Winarso, Ibu Nur Kholifah A.Ma. Bapak Harun Kholidur Rosidi dan Erwin Dwi Rahmawati.

Dengan cara mendatangi setiap rumah untuk mencari siswa awal. Akhirnya dengan siswa sebanyak 15 Anak, 6 anak perempuan dan 9 anak laki laki, dengan izin dari Pak Wair kepala desa saat itu, para siswa awal bermain dan belajar di gedung Balai Desa Mekar Jaya.
namun sekitar 2 tahun kemudian kegiatan belajar di sana dirasa kurang berkenan, karna kadang di gunakan untuk kegiatan kegiatan Desa, makatempat belajar berpindah ke rumah warga, Yaitu Bapak Masduki Zakariya S.Pd.I. belajar di tempat warga selama kurang lebih 1 tahun, kemudian berpindah lagi ke tempat pak Winarso, selama kurang lebih 1 tahun. setelah pak Harun menikah, tempat belajar dialihkan ke rumah bapak harun selama 2 tahun.
pada tahun 2013 Desa mengajukan pembangunan gedung melalui PNPM - Mandiri. 
di gedung baru inilah sekarang kegiatan belajar mengajar di lakukan dan sudah sekitar 3 tahun pelajaran. 

Adapun Tenaga Pendidik yang mengajar dari awal berdiri antara lain.
1. Winarso Ketua Pengelola Hingga Sekarang
2. Nur Kholifah, A.Ma, sekarang sebagai Pembimbing,
3. Harun Kholidur Rosidi, sekarang sebagai Operator.
4. Erwin Dwi Rahmawati, Aktif Hingga Sekarang,
5. Siti Fatimah, pada tahun 2010-2011.
6. Sutrimo, Pada Tahun 2013.
7. Fitri Lestari, Mulai Mengajar pada tahun 2014 hingga sekarang.


Pada Saat ini Tahun Ajaran 2015/2016 peserta didik di KOBER MANDIRI berjumlah 50 siswa.
Baca >>
 Kewajiban orang tua kepada anak adalah menuntun atau mendidik anaknya agar menjadi anak yang baik.
Hasil yang baik sudah pasti berawal dari sesuatu yang baik pula, mulai dari niat kita dalam mendidik anak, hingga cara cara kita mendidik anak anak kita.

Seringkali kita mendengar atau bahkan kita sendiri yang mengucapkan kalimat,
 '' Anakku ini lho Waduuuh nakalnya minta ampun,!.'' 
atau
 ''Kamu itu nakal sekali sih, Susah di bilanginnya.'' 

baik saat cerita kepada teman, atau kita ucapkan kepada anak.
padahal kadang maksudnya sekadar mengingatkan anak agar tidak nakal. Namun apabila anak konsisten mendapatkan sebutan nakal, akan berpengaruh pada dirinya. Sebutan buruk cenderung berdampak yang buruk pula. Nakal adalah predikat yang tak diinginkan oleh orang tua, bahkan oleh si anak sendiri. Namun, seringkali lingkungan telah memberikan predikat itu kepada si anak: kamu anak nakal, kamu anak kurang ajar, kamu anak susah diatur, Atau yang lainnya. Akibatnya, si anak merasa divonis.
Baca >>

Orang tua seharusnya memahami bahwa merekalah sebagai penanggung jawab utama dalam pendidikan putra-putrinya. Dan secara umum, berhasil tidaknya pendidikan seorang anak biasanya dihubungkan dengan perkembangan pribadi orang tuanya dan baik tidaknya hubungan, komunikasi dan role model dalam keluarga.

Pentingnya peran orang tua dalam pendidikan anak-anak bukanlah sebuah isapan jempol belaka. Keterlibatan orangtua dalam pendidikan anak-anak terbukti memberikan banyak dampak positif bagi anak-anak dan pada perkembangnya anak-anak tersebut banyak yang mencapai kesuksesan tatkala mereka menginjak usia dewasa dan terjun kedalam dunia sosial yang sebenarnya.


Di kota-kota besar dengan menjamurnya sekolah-sekolah internasional ataupun nasional plus, banyak orang tua berpandangan bahwa apabila mereka mengirimkan putra-putrinya ke sekolah yang bergengsi atau sekolah favorit, mereka tidak perlu berurusan lagi tentang pendidikan anaknya. Mereka berpendapat, tugas mereka adalah membayar uang sekolah, urusan pendidikan urusan sekolah.

Juga ada pandangan umum bahwa apabila anak mereka sudah menginjak remaja, orang tua tidak perlu mengawasi terlalu dalam tentang pendidikan putra-putrinya, semua diserahkan kepada sekolah. Kecenderungan ini dapat dilihat apabila ada pertemuan orang tua, seminar oang tua, maupun performance anak-anak, orang tua yang anaknya masih kecil biasanya lebih menyempatkan waktu untuk hadir, daripada mereka yang mempunyai anak remaja. Pandangan yang salah ini harus segera dibenahi karena akan membawa dampak yang sangat negatif kepada anak.

Orangtua yang sibuk dengan pekerjaan sering melakukan upaya untuk menemukan cara untuk terlibat dalam kehidupan anak-anak mereka, terutama di sekolah-sekolah mereka. Bukti menunjukkan bahwa memiliki orang tua terlibat di sekolah dasar (SD) akan menuai efek positif yang akan berlangsung seumur hidup anak. Jadi tidak hanya peran guru dan lingkungan yang penting tetapi peran orang tua juga memegang peranan yang sangat penting dalam prestasi belajar anak.
 
Pendidikan yang kaya tercipta secara optimal melalui kolaborasi dari orang tua dan guru, sehingga tercipta harmoni yang sempurna antara rumah dan sekolah. Ini merupakan suatu proses yang dapat membantu anak-anak untuk mengenal diri mereka sendiri dan komunitas di mana mereka berada. Hal ini memampukan mereka untuk dapat membuat keputusan yang bebas tetapi bertanggung jawab dalam kehidupan pribadi dan profesionalnya.

Ayah, bunda mari sempatkan waktu membantu anak kita belajar demi masa depan mereka, karena Pendidikan dan Agama adalah warisan paling berharga untuk mereka.
Baca >>