Translate

Tampilkan postingan dengan label Edukasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Edukasi. Tampilkan semua postingan







Permainan Edukatif adalah permainan yang memberikan pembelajaran dan manfaat bagi anak-anak saat masih usia dini. Karena ketika anak masih dalam usia dini atau pertumbuhan, mereka masih dalam dunia permainan. Dan permainan yang di suguhkan untuk anak-anak tentunya yang bermuatan positif dan bermanfaat untuk pembelajaran si anak.
Media Pendidikan Edukatif merupakan alat-alat yang dirancang dan dibuat sebagai sumber belajar anak-anak usia dini, supaya mereka mendapatkan pengalaman belajar. Pengalaman yang didapat oleh anak-anak akan meningkatkan aspek-aspek perkembangan anak usia dini seperti aspek motorik/fisik, emosi, sosial, bahasa, kognitif, dan moral.
Permainan Edukatif tidak harus sesuatu yang mahal, atau bagus... namun yang perlu ditekankan adalah pengalaman yang di dapat ketika sang anak memainkan berbagai macam permainan tersebut,,
Berikut contoh permainan edukatif yang saya rangkum dari berbagai sumber di internet yang tentu sangat mudah untuk di buat atau di dapatkan dan lebih penting mempunyai nilai edukasi yang tak kalah bagus dengan permainan edukatif yang banyak terdapat di toko permainan...
1. Botol Bekas Minuman Botol

 
Banyak sekali terbuang percuma ketika kita memasuki rumah makan yang menyediakan minuman botol,, 
namun dengan berbagai kreasi dan kreatifitas kita serta modal yang tidak banyak,, mampu menjadi permainan yang menyenangkan..
2.  Bekas CD dan DVD
Ketika CD dan DVD mulai tergores dan tidak dapat di putar kembali di CD Player,, jangan dulu di buang.. coba pikirkan berbagai bentuk kreasi permainanuntuk mendidik dan menyenangkan si buah hati anda dengan modal CD/DVD Bekas tersebut.. 
 
3. Kardus Bekas
 
 Kardus sangat mudah di bentuk sesuai dengan keinginan kita,, juga dapat diwarnai dengan Cat Maupun dengan Crayon... kita bentuk dengan gunting lalu di beri warna sesuai dengan kriteria yang kita maksud dapat menjadi sebuah permainan yang tentunya selain mengasikkan juga dapat membantu anak dalam mengenalkan pendidikan kepdanya.. dapat pula kita menggambar tokoh tokoh cerita,, kemudian kita gunakan sebagai media visual dalam mendongeng.
 
4. Bekas Botol Minuman Plastik
 Plastik sangat sulit sekali terurai, sangat sulit untuk membusuk.. sehingga jika dibiarkan terbuang menutupi selokan, mencemari tanah, menimbulkan berbagai penyakit, menyebabkan banjir dan sebagainya,, mengapa tidak kita ubah menjadi sesuatu yang menimbulkan keajaiban dunia, menimbulkan kecerdasan bagi anak anak kita...





Baca >>
Bayi memang terlahir dalam keadaan yang cerdas dan dibekali beberapa pengetahuan dari Alloh SWT. namun tidaklah pengetahuan itu dapat bertahan dalam diri sang bayi apabila lingkungan, terutama keluarga tidak mendukung dengan berbagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan dasar tersebut, karna seorang Anak Adam telah terlahir suci, dan orang tuanyalah yang menjadikannya menjadi putih atau hitam.
Bayi membutuhkan stimulasi yang tepat dari orang tua melalui aspek emosional, mental, gizi, lingkungan dan pendidikan.

Langkah langkah ini saya baca dari artikel yang berjudul "Anak Pintar" yang ditulis oleh Hazirah Che Sab di Berita Harian Malaysia. yang saya dapat dari seorang teman ketika pulang dari merantau di Negeri Jiran tersebut. 
Tips dari Dr Fadzilah Kamsah, motivator profesional terkenal dari Malaysia.
Pertama-tama, orang tua harus menyadari Bahwa manusia hanya mampu berusaha dan segala sesuatu dari usaha tersebut, hanya Alloh SWT. lah yang berhak mengabulkannya. untuk itu Do'a adalah awal terbaik dalam proses untuk membuat anak-anak kita pintar. ketika sang ibu sedang hamil 4 bulan, kedua orang tua harus rajin rajin membaca tiga surat berikut: 
1. Surat Al-Fatihah
2. Ayatul Kursi (untuk menangkal setiap Makhluk jahat yang mengganggu anak) 
3. Surah Surah Al-Insyirah (untuk menenangkan hati anak sehingga ia akan dengan mudah dapat menyerap ilmu kemudian) 
Bahkan ketika seorang ibu yang menyusui anaknya, dia bisa membaca Al Quran dan kemudian meniup lembut di kepala anak. Kebanyakan orang tua mulai membina keluarga tanpa tujuan yang jelas. Ini salah. Begitu Kita ingin memulai sebuah keluarga, Kita dapat menetapkan tujuan, misalnya kita ingin anak kita mempunyai Profesi, misalnya dokter? Kemudian Kita perlu membangun minat anak dengan mengekspos stimulasi yang tepat misalnya membaca buku buku medis. 
Dr Fadzilah Kamsah bahkan telah bertemu dengan seorang wanita yang Selalu membaca satu juz 'Al-Quran setiap hari selama kehamilannya, dan sang ayah akan melanjut ketika sang ibu lelah. Hasilnya anak mereka tumbuh menjadi sangat cerdas dan memiliki Akhlak yang baik. Jika kita tidak mendapatkan kesempatan untuk melakukan itu semua sejak dari kehamilan, kita bisa mulai dari sekarang, bahkan ketika anak sudah bersekolah. Tidak pernah menyebutkan kata-kata negatif seperti "keras kepala", "kasar", "Bodoh", dll ketika Kita marah dengan anak. Awas! Apa pun yang Kita katakan adalah do'a kita kepada Anak Kita. Ganti kata-kata negatif ke positif. Lebih baik mengatakan BELUM BISA, daripada mengatakan BODOH kepada mereka.
 
Adi Putra umur 11 tahun dari Malaysia adalah anak yang cerdas yang telah menciptakan 228 rumus-rumus matematika yang telah mendapat pengakuan internasional. Menariknya, semua formula matematika didasarkan pada metode Islam perhitungan, berdasarkan Universe, pergerakan Bulan, Bumi dan Matahari, dan juga pada perhitungan kuno. Ayah Adi mengatakan bahwa anaknya juga berbicara fasih.Adi mengatakan bahwa ada tiga hal yang menghancurkan kemampuan pikiran manusia dalam matematika: kalkulator, SMS dan video game.Sekarang Adi memotivasi anak-anak lain untuk unggul dalam Matematika dan telah membuat hasil yang sukses.

Berikut langkah langkah yang dapat kita amalkan untuk
mencetak Anak Cerdas, Sehat, dan mempunyai Akhlak yang baik
1. Rajin membaca surat surat yang di sebutkan di atas, terlebih lagi ketika usia kehamilan mencapai 4 bulan dan seterusnya hingga kelahiran. 
2. Lanjutkan pembacaan Surat surat tersebut meskipun setelah lahir. Saat menyusui, Perbanyak membaca Al'Qur'an lalu kemudian meniupkannya ke kepala bayi. 
3. Ketika anak tersebut tertidur, atau alam bawah sadar, mengambil kesempatan ini untuk mengucapkan kata-kata nasihat, motivasi dan pujian kepada anak. Hal ini dapat dilakukan sampai anak mencapai pubertas. 
4. Berdoa untuk kesuksesan anak-anak kita setiap saat, terutama setelah selesai sholat dan juga untuk keberhasilan anak-anak lain: teman anak kita, anak teman dan anak-anak tetangga kita.

 
Bahan Bakar Kecerdasan dan Kesehatan.
1. Madu - terbukti untuk menyembuhkan penyakit, dan juga energi bagi otak.Ambil dua sendok teh setiap hari, pagi dan malam. 
2. Kismis - Mengandung zat besi, untuk memasok oksigen ke otak.Menghadapi kiblat, membaca Bismillah, membaca Sholawat - Allahumma Solli 'Ala Muhammad wa'Ala ahli Muhammad (3 kali) dan do'a untuk Intelligence (Penerang Hati). Dikatakan bahwa lebih baik untuk mengisap bukannya mengunyah kismis, dan kismis yang harus dimakan satu per satu, dengan total 21 hari. 
3. Susu - Baik untuk memori, menyediakan energi untuk otak dan tubuh. Yang terbaik adalah susu segar dari kambing, domba dan sapi. Diminum pagi dan malam. 
4. Telur - Baik untuk kinerja mental dan fisik, dan juga untuk kesehatan secara keseluruhan. Yang terbaik adalah telur ayam kampung yang baru. 
5. Jahe - Mencegah lupa.Makan mentah atau acar. Makan dalam jumlah kecil di pagi hari. 
6. Delima - Membantu membuka pikiran sehingga anak dapat dengan mudah memahami apa yang diajarkan. Nabi s.a.w mengatakan bahwa siapa pun yang makan buah delima, Allah akan membuka pikirannya selama 40 hari.
 
Demikian langkah langkah yang bisa kita ambil untuk dapat menciptakan generasi penerus kita yang mempunyai kecerdasan dan akhlak yang baik, namun masih banyak lagi langkah langkah yang dapat kita lakukan dengan penuh sabar yang tidak dapat saya bagikan saat ini, mungkin jika Alloh SWT. mengizinkan, dapat saya bagikan kepada para pembaca di kemudian hari, dan saya berharap, apa yang telah saya bagikan ini dapat membantu Kita sebagai orang tua dalam mempersiapkan generasi penerus yang dapat kita harapkan menjadi orang yang berguna bagi kita orang tuanya, untuk keluarganya, Nusa bangsa dan terutama untuk Agamanya, Aamiin.
Baca >>
 
Anak, adalah suatu harta yang sangat berharga yang tak bisa di nilai dengan materi, anak adalah tumpuan harapan bagi orang tuanya, bahkan menjadi harapan yang besar bagi bangsa, negara, dan agama. Apa jadinya jika sebuah keluarga tidak memiliki seorang anak pun, maka keluarga tersebut akan musnah di terpa oleh waktu, jadi bisa di katakan bahwa anak adalah penerus perjuangan orang tuanya.

Lalu apa jadinya jika Penerus bangsa, Penerus Keluarga, mempunyai moral yang buruk, ? Mempunyai Akhlak yang tidak baik, ? Jawabannya ada pada diri kita masing masing.

Oleh karena itu Pendidikan Moral, Agama, Akhlak dan Budi Pekerti sangatlah penting untuk bekal bagi para penerus bangsa tersebut, selain ilmu Intelektual. dan pada saat usia dini lah semua ilmu itu mulai di ajarkan, karna pada usia dini, adalah masa keemasan otak manusia, masa dimana otak dan karakter manusia di bentuk seperti sebuah pribahasa, " Belajar Di Waktu Kecil, Bagai Mengukir di Atas Batu, Belajar Sesudah Sewasa, bagai mengukir di Atas Air"


Dari Mana Pendidikan Moral Itu di Mulai???

Pendidikan moral dan akhlak ini di mulai dari lingkungan terdekatnya, Siapa? 
Keluarga, ya keluarga adalah pendidik awal terbaik, karna keluargalah yang paling dekat dengan anak.dan di dalam keluargalah nilai nilai dasar di tanamkan, dan itu merupakan tanggung jawab yang besar bagi keluarganya. Menjadi seperti apakah anak itu nanti, tergantung dari bagaimana keuarganya menanamkan nilai nilai dasar tersebut.

Bagaimana caranya menanamkan nilai moral kepada anak? 

Cara yang paling ampuh untuk menanamkan moral, akhlak, dan budi pekerti adalah dengan cara menjaga sikap dan perkataan kita sebagai keluarganya ketika berada di hadapan sang anak, karena anak belajar dari apa yang mereka lihat. anak anak cenderung menirukan apa yang di lihatnya. 

Setelah Keluarga sebagai pembentuk karakter awal, ada yang namanya Lingkungan, lingkungan adalah tempat belajar anak yang ke dua setelah keluarga, anak anak menyerap pengetahuan dari apa yang di lihat dari lingkungan mereka, Jagalah pergaulan anak anak kita agar tidak terkontaminasi dengan zat zat yang tidak baik untuk kesehatan moral anak. 

Lingkungan sekolah juga mempunyai peran penting bagi pendidikan moral anak,, mempunyai peran penting dalam pembentukan karakter anak, dan itu adalah tanggung jawab Guru dan orang orang lingkungan sekolah.

Namun tempat meletakkan Batu Pondasi Awal pembentukan karakter anak adalah keluarga, jadi sebelum kita melepas buah hati kita untuk terbang mengarungi angkasa dan berbaur dengan lingkungannya. kita harus menanamkan pendidikan moral, agama, akhlak, dan budi pekerti sejak kecil. sehingga ketika anak anak harus berpetualang dengan lingkungannya, mereka mempunyai karakter yang telah kita tanamkan di lingkungan keluarga.

Jadi itulah pentingnya PENANAMAN MORAL SEJAK USIA DINI bagi anak anak kita

Terima Kasih

Baca Juga  CARA AGAR ANAK SEMANGAT BELAJAR
Baca >>
Tidak sedikit orang tua yang mengeluh tentang buah hatinya yang sangat enggan, bahkan cenderung malas untuk belajar, dan kita sebagai orang tua tentu khawatir dengan tertinggalnya anak dalam pelajaran nya, bahkan kita tidak mau anak kita menjadi bodoh,


Sebenarnya banyak cara yang bisa dilakukan oleh kita sebagai orang tua untuk memotivasi agar anak kita sangat gemar untuk belajar, dan berikut ini adalah cara yang biasa saya terapkan kepada anak.

1. Menemani Anak Belajar

Tentu suatu hal yang sangat menyenangkan jika mengerjakan sesuatu ditemani orang yang sangat kita sayangi, begitu pula anak kita, akan sangat merasa senang jika waktu belajarnya di temani oleh ibu atau ayahnya, Tanyakan kepada anak apa yang kira kira kurang di fahami, tuntunlah ia agar menanyakan hal yang tidak di mengerti, Kita juga bisa bermain Peran sebagai guru dan murid, Kita menjadi guru dan anak kita sebagai muridnya, atau sebaliknya, anak kita sebagai guru dan kita berperan sebagai murid. Mewarnai gambar bersama sama anak, membimbing anak mengerjakan PR, dapat memberikan semangat dan dorongan kepada anak kita untuk selalu belajar. 
 

 2. Jangan Menyuruh Anak Untuk Belajar

Kalimat perintah adalah suatu hal yang sangat tidak menyenangkan,apalagi jika di ucapkan dengan nada yang tinggi, jangan memerintah anak untuk belajar, tapi AJAK LAH ANAK UNTUK BELAJAR, karna mengajak lebih enak di telinga, kita bisa ucapkan, "Belajar Yuk" atau bisa dengan pertanyaan, "Enaknya kita belajar apa yaa?" otomatis anak kita akan merasa kalau belajar adalah sesuatu yang sangat menyenangkan sekali.

3. Tanyakan Hal Tentang Sekolahnya
"Tadi di sekolah belajar apa nak?". "Gurunya yang Ngajar adek tadi siapa?". "Teman kamu sukanya belajar apa?" dan masih banyak lagi pertanyaan yang merujuk anak untuk menceritakan hal hal yang terjadi di sekolah. ini kesempatan kita untuk mengajak anak mengulas kembali pelajaran yang telah di ajarkan guru di sekolah, dan mengingatkan kepada anak untuk menyiapkan pelajaran yang akan di ajarkan esok hari.
 
4.  Sisipkan Permainan dalam Belajar

Anak akan cepat bosan dalam waktu yang tidak lama, sekitar 10 atau 15 menit, rasa bosan itu akan muncul dalam diri anak, untuk mengatasi rasa bosan tersebut, kita bisa mengajak anak untuk bermain yang masih berhubungan dengan tema pelajaran yang sedang di ajarkan, Misalkan anak sedang belajar membaca, kita bisa menyisipkan permainan Jari ABC dengan menyebutkan nama hewan atau Buah buahan. lalu kita lanjutkan lagi belajarnya.

5. Berikan Penghargaan terhadap Trestasi Anak 

Jika orang dewasa bekerja untuk mendapatkan pernghargaan berupa gaji, hal ini merupakan motivasi yang baik untuk siapa saja, itupula yang terjadi dengan anak-anak. Tidak ada salahnya memberikan reward atau penghargaan terhadap setiap prestasi yang telah didapatkan oleh anak, dengan demikian anak akan merasa terpacu untuk melakukan hal yang lebih baik dan lebih baik lagi. Penghargaan yang diberikan tidak harus berupa hadiah atau barang-barang yang diinginkan anak. Sebuah pujian juga akan membuat anak merasa dihargai. Untuk itu, berikan pujian setiap kali anak berhasil melakukan sesuatu dengan baik.


 
Nah Itu tadi CARA AGAR ANAK SEMANGAT BELAJAR Semangat anak dalam belajar tentu akan berpengaruh terhadap hasil dan prestasi yang dicapainya.
semoga dapat bermanfaat bagi para pembaca sekalian.
Baca >>


Inilah Logo PAUD tersebut, Logo tersebut berwarna biru, dan kadang berwarna kuning, bergambar orang tua sedang menuntun dua anak. Namun tahukah bapak dan Ibu makna yang terkandung di dalam logo tersebut. Berikut penjelasan nya.

1. GAMBAR SEGI LIMA

Lambang lima sila (pancasila) sebagai landasan dasar sikap dan peranan keluarga dalam pendidikan dan pemberian gizi dan pemeliharaan kesehatan anak serta penanaman sikap moral bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

2. ORANG TUA MENUNTUN ANAK

Lambang Dwi Fungsi Tunggal orang tua yang mengayomi anak dengan memberi kebebasan, namun tetap dalam tuntunan orang Tua .

3. DUA ANAK

Lambang kemitrasejajaran anak laki-laki dan anak perempuan memperoleh asuhan tumbuh kembang yang optimal dan mandiri kelak .

4. BULAT DI PERUT
Lambang peran orang tua turut menentukan masa depan anak sedini mungkin Sejak dalam kandungan.

5. TIGA BUKU

Artinya ;

Ø Melambangkan aspek keimanan, moral dan emosional anak
Ø Melambangkan unsur: kesehatan, Gizi, pendidikan sebagai unsur yang tidak terpisahkan dalam menentukan kualitas anak.
Ø Melambangkan usia anak intelegasi, pertumbuhan dan perkembangan anak dalam periode iritis: 0-1 tahun, 2-3 tahun, dan 4-6 tahun.

itulah arti yang terkandung di dalam logo tersebut, semoga para pendidik, masyarakat, dan kita semua bisa menjalankan Visi dan Misi Paud yakni menjadikan semua anak didik menjadi anak bangsa yang SEHAT (lahir dan Batin ), CERDAS ( berpikir dan bertindak ) serta CERIA ( saat mereka belajar dan dalam kehidupan sehari-hari.


Baca >>
 
Bermain adalah sesuatu yang sangat identik dengan kegiatan anak anak, namun tidak semua permainan mengandung unsur pendidikan, lalu apa permainan edukatif itu?
yaitu permainan yang merangsang otak anak melakukan berbagai kemampuan dasar sesuai dengan tumbuh kembang usia anak. seperti Kemampuan Dasar, Motorik Halus, Motorik Kasar, Kreatifitas dan lain lain. lalu seperti apa permainan edukatif itu?
berikut penjelasan dari Dra. Mayke S. Tedjasaputra, M.Si., psikolog perkembangan dari Fakultas Psikologi UI, yang juga terapis bermain.

  •  APA YANG MASUK KATEGORI MAINAN EDUKATIF
* Diperuntukkan bagi anak balita
Yakni mainan yang memang sengaja dibuat untuk merangsang berbagai kemampuan dasar pada balita.
* Multifungsi
Dari satu mainan bisa didapat berbagai variasi mainan sehingga stimulasi yang didapat anak juga lebih beragam.
* Melatih problem solving
Dalam memainkannya anak diminta untuk melakukan problem solving. Dalam permainan pasel misalnya, anak diminta untuk menyusun potongan-potongannya menjadi utuh.
* Melatih konsep-konsep dasar
Lewat permainan ini, anak dilatih untuk mengembangkan kemampuan dasarnya seperti mengenal bentuk, warna, besaran, juga melatih motorik halus.
* Melatih ketelitian dan ketekunan
Dengan mainan edukatif, anak tak hanya sekadar menikmati tetapi juga dituntut untuk teliti dan tekun ketika mengerjakannya.
* Merangsang kreativitas
Permainan ini mengajak anak untuk selalu kreatif lewat berbagai variasi mainan yang dilakukan. Bila sejak kecil anak terbiasa untuk menghasilkan karya, lewat permainan rancang bangun misalnya, kelak dia akan lebih berinovasi untuk menciptakan suatu karya, tidak hanya mengekor saja.
  •  APA SAJA MANFAATNYA?
* Melatih kemampuan motorik
Stimulasi untuk motorik halus diperoleh saat anak menjumput mainannya, meraba, memegang dengan kelima jarinya, dan sebagainya. Sedangkan rangsangan motorik kasar didapat anak saat menggerak-gerakkan mainannya, melempar, mengangkat, dan sebagainya.
* Melatih konsentrasi
Mainan edukatif dirancang untuk menggali kemampuan anak, termasuk kemampuannya dalam berkonsentrasi. Saat menyusun pasel, katakanlah, anak dituntut untuk fokus pada gambar atau bentuk yang ada di depannya -- ia tidak berlari-larian atau melakukan aktivitas fisik lain sehingga konsentrasinya bisa lebih tergali. Tanpa konsentrasi, bisa jadi hasilnya tidak memuaskan.
* Mengenalkan konsep sebab akibat
Contohnya, dengan memasukkan benda kecil ke dalam benda yang besar anak akan memahami bahwa benda yang lebih kecil bisa dimuat dalam benda yang lebih besar. Sedangkan benda yang lebih besar tidak bisa masuk ke dalam benda yang lebih kecil. Ini adalah pemahaman konsep sebab akibat yang sangat mendasar.
* Melatih bahasa dan wawasan
Permainan edukatif sangat baik bila dibarengi dengan penuturan cerita. Hal ini akan memberikan manfaat tambahan buat anak, yakni meningkatkan kemampuan berbahasa juga keluasan wawasannya.
* Mengenalkan warna dan bentuk
Dari mainan edukatif, anak dapat mengenal ragam/variasi bentuk dan warna. Ada benda berbentuk kotak, segiempat, bulat dengan berbagai warna; biru, merah, hijau, dan lainnya.
  • KAPAN ANAK DIAJAK MELAKUKAN PERMAINAN EDUKATIF?
Meski memiliki manfaat melimpah, bukan berarti anak bisa dijejali dengan mainan edukatif terus-menerus. Mainan edukatif hanya salah satu faktor pendukung perkembangan otak anak agar lebih maksimal. Jadi tak perlu memaksa atau memorsir anak untuk melakukan permainan edukatif setiap saat.
Selain mainan edukatif, anak juga perlu dikenalkan dengan mainan pada umumnya, seperti boneka, mobil-mobilan, dan mainan-mainan yang tidak untuk dibongkar pasang lainnya. Walau tidak termasuk mainan edukatif, tapi mainan-mainan seperti itu tetap dapat menyumbangkan manfaat edukasi pada si kecil. Dengan konsep multiple intelligence edukasi bisa mencakup berbagai hal. Tidak selalu mengarah pada konsep-konsep dasar.
Misalnya begini, saat si kecil asyik bermain boneka, sebenarnya ia dilatih untuk melakukan interaksi dengan orang lain melalui boneka tersebut. Bagaimana dia harus "memperlakukan" si boneka dengan kasih sayang; disuapi, ditimang, disusui, dan tidak dibanting atau dinjak-injak. Motorik halus dan kasar si kecil juga tetap dapat terstimulasi secara tak langsung saat ia memakaikan baju pada bonekanya. Anak juga dapat mengenal warna serta peran sosial sebagai ibu, kakak, dan sebagainya.
  • KAPAN MAINAN EDUKATIF MULAI DIKENALKAN?
Tentu sedini mungkin. Sejak usia batita, sodori anak dengan berbagai jenis permainan baik dengan mainan edukatif ataupun bukan. Sekadar mengingatkan saja, perkembangan otak anak di usia ini masuk dalam fase emas (the golden age) atau otak si kecil sedang mengalami perkembangan yang sangat pesat. Karena itulah, stimulasi amat diperlukan. Semakin banyak stimulasi maka koneksi antarsarafnya semakin banyak terhubung.
Anak yang sudah akrab dengan mainan edukatif sejak dini, perkembangan kecerdasannya akan terlihat lebih maksimal. Ia lebih mampu berkonsentrasi, kreatif, serta tekun. Sementara yang tidak, biasanya akan lebih tertinggal dalam masalah intelektual. Anak-anak yang tidak diperkenalkan dengan mainan edukatif akan lebih sulit untuk belajar mengenai bentuk dan warna.
Mereka juga tidak terbiasa untuk duduk tenang serta tekun. Hal ini dapat membuat anak menjadi sulit diarahkan untuk berkonsentrasi menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan nantinya. "Banyak kasus yang saya tangani, anak-anak yang sering bermain fisik dan terlalu sering menonton teve, di usia sekolahnya kurang bisa berkonsentrasi, kurang telaten, tidak tekun, dan mudah menyerah, karena mereka tidak terbiasa untuk duduk tenang dan tekun."
  • BAGAIMANA MENGOPTIMALKAN MANFAATNYA?
Sebelum menyodorkan satu mainan edukatif pada si kecil, contohkan dahulu bagaimana cara
memainkannya. Asal tahu saja, mainan edukatif berbeda dari mainan pada umumnya yang lebih mudah dipahami anak. Mobil-mobilan, contohnya, hanya tinggal digeser-geser, didorong atau ditarik, mungkin si kecil sudah bisa asyik memainkannya. Namun, pada mainan edukatif dibutuhkan cara tertentu untuk bisa mendapatkan asyiknya. Pasel misalnya harus disusun dan disesuaikan keping-kepingnya. Untuk itulah perlu ada arahan dari orang dewasa. Demikian pula dengan permainan palu yang kelihatannya simpel bagi orang dewasa tapi belum tentu bagi si kecil. Perlu penjelasan lebih dulu mengenai cara memalu untuk memasang "paku" dan mencopotnya kembali.
Beberapa anak mungkin saja dapat bermain tanpa perlu pengarahan terlebih dulu. Tapi jangan lupa, kemampuan setiap anak berbeda-beda. Ada yang cepat memahami kesalahannya dan cepat menganalisa, tetapi ada juga yang biasa-bisa saja, bahkan lambat. Bila si kecil termasuk lambat dan tidak mendapat pengarahan, maka bisa-bisa mainan edukatif tersebut hanya akan dibuangnya karena dianggap tidak menarik.
Satu hal penting, saat mengarahkan anak, jangan mengharuskan ia melakukan persis sama seperti yang sudah kita contohkan. Berikan kebebasan padanya untuk melakukan sesuai dengan keinginannya. Contoh, saat kita membangun rumah-rumahan dari mainan balok, biarkan ia membuat mobil-mobilan dari mainan yang sama.

CONTOH PERMAINAN UNTUK ANAK 1 TAHUN:
· Permainan memasukkan benda ke dalam wadah atau menumpuk benda (seperti gelas plastik air mineral), sangat cocok bagi anak satu tahunan.
· Setelah itu si kecil bisa ditawari mainan single puzzle, yaitu mainan yang pada penutupnya diberi lubang-lubang berbentuk geometris, seperti segitiga, segiempat dan lingkaran. Lalu si kecil diminta memasukkan benda-benda yang sesuai pada lubangnya. Namun, kita belum bisa menuntutnya untuk memasukkan setiap bentuk sampai selesai, melainkan harus satu per satu. Berikan ia bentuk segitiga dulu lalu arahkan tangannya untuk memasukkan ke lubang yang berbentuk sama dengan arah yang tepat, misalnya.
Ajak si kecil untuk melakukan tuang-menuang air dari wadah yang lebih kecil ke wadah yang lebih besar. Dengan begitu anak tahu bahwa air dari wadah yang lebih kecil bisa tertampung dalam wadah yang lebih besar. Permainan serupa dengan menunjukkan bahwa benda yang lebih kecil bisa masuk ke dalam wadah yang lebih besar juga bisa dilakukan.

CONTOH PERMAINAN UNTUK ANAK 2 TAHUN:
Pasel berbentuk rumah-rumahan, buah atau binatang dengan 2-3 pecahan. Untuk menyusun pasel tersebut tentu dibutuhkan keterampilan sehingga anak akan dirangsang untuk mengembangkan kemampuannya.






CONTOH PERMAINAN UNTUK ANAK 2,5-3 TAHUN:
· Bila sebelumnya pasel yang diberikan hanya terdiri atas beberapa keping saja, kini tingkatkan dengan pasel yang memiliki lebih banyak keping.

· Permainan rancang bangun juga sudah bisa diberikan untuk merangsang koordinasi motoriknya. Anak sudah bisa membuat susunan bangunan ke atas sambil mengimajinasikan bentuk apa yang sedang dibuatnya meskipun masih belum terbentuk jelas. Ketika anak mampu bermain rancang bangun, pujilah apa yang sudah dihasilkannya. Meskipun bentuknya hanya berupa susunan balok yang tidak beraturan, kita tetap harus memberikan apresiasi agar anak merasa dihargai. Hindari sikap mencemooh yang akan memerosotkan motivasinya dalam berkreasi.
  • APA YANG PERLU DIPERHATIKAN SAAT MEMBELI?
Membeli mainan edukatif memang perlu selektif. Kita harus menyesuaikan dengan usia anak dan kemampuan yang dimilikinya. Berikut panduannya:

MAINAN ANAK 1 TAHUN:
Di usia batita awal anak belum memiliki kemampuan motorik yang baik. Jadi kemampuan dasar inilah yang perlu dilatih. Namun permainan untuknya haruslah sederhana dan tidak terlalu menyita waktu. Selalu dampingi si kecil saat bermain.

MAINAN ANAK 2 TAHUN:
Derajat kesulitan mainan edukatif untuk anak usia dua tahun sudah harus lebih tinggi ketimbang anak satu tahun. Bila sebelumnya yang diberikan adalah single puzzle, maka di usia ini anak bisa diajak bermain pasel dengan bentuk yang lebih kompleks.

MAINAN ANAK 2,5 ­ 3 TAHUN:
Permainan edukatif yang kita berikan harus lebih tinggi lagi tingkat kerumitannya. Di usia ini anak perlu belajar mengorganisasi bagian-bagian yang terpisah menjadi satu kembali, anak juga dituntut untuk mulai belajar tekun menggunakan berbagai kemampuannya untuk menyelesaikan masalah.

  • APAKAH HARGA MAINAN EDUKATIF PASTI TERJANGKAU?
Tentu saja. Mainan edukatif tak mesti didapat dengan harga selangit. Kita bisa memanfaatkan benda-benda yang ada di sekeliling rumah sebagai sarana permainan edukatif. Misalnya, gelas plastik bisa digunakan si kecil untuk ditumpuk-tumpuk. Ini merupakan permainan yang mengasyikkan baginya. Gelas-gelas plastik tersebut juga bisa dimasukkan ke dalam wadah yang lebih besar, seperti dus bekas. Aktivitas mandi juga bisa dimanfaatkan sebagai permainan edukatif. Biarkan si kecil memasukkan air ke dalam ember dengan menggunakan ciduk. Semua itu akan melatih berbagai kemampuan dasar anak.

Sumber. www.tabloidnova.com
Baca >>